Green and Gold till they Die or Fold

Posted: Juli 12, 2010 in Sport

LUHG (Love United Hate Glazer), sepenggal kata yang berisikan dua kata perasaan yang berbeda – cinta dan benci. Makna dari kata-kata diatas adalah perlawanan akan kehadiran Keluarga Glazer, yang dilakukan atas dasar perasaan cinta terhadap Manchester United. Perasaan yang tak ingin klub-nya semakin terjelembab dalam “Krisis Finansial” inilah yang mendorong Perkumpulan Fans United yang Independen, yakni MUST (Manchester United Supporter Trust) dan IMUSA (Independent Manchester United Supporters Association) untuk menggagas pergerakan ini.

Penolakan terhadap kehadiran Malcolm Glazer sebenarnya sudah dimulai semenjak awal dirinya berniat tuk “menguasai” Manchester United, dan puncaknya adalah pada pertengahan tahun 2005 dimana Malcolm Glazer telah sepenuhnya mengambil alih Manchester United. Penolakan pun terjadi, banyak Fans yang enggan memperpanjang tiket musiman mereka dan salah satu langkah ekstrim yang di lakukan para Fans tersebut adalah dengan membentuk klub sepakbola amatir sebagai “tandingan” dari Manchester United yang mereka namakan FC. United of Manchester. Penolakan ini pun mendapat dukungan dari Eric “The King” Cantona.

Penolakan yang dilakukan diatas bukanlah tanpa alasan, mereka menolak pengambil alihan oleh Glazer karena uang yang digunakannya merupakan dana pinjaman dari bank yang pastinya beserta bunga setiap tahunnya, sebuah langkah berani dari Glazer yang dianggap sebagai “bom waktu” oleh beberapa pengamat. Selain alasan finansial tersebut, para fans juga berpendapat bahwa seharusnya Manchester United berada di tangan seseorang yang mencintai Klub (Fans), bukan ditangan seorang businessmen. Kekhawatiran itu pun ditandai dengan semakin meningkatnya harga tiket di Old Trafford dari waktu ke waktu.

Situasi pun nampak mereda, dimana setiap tahunnya Manchester United tetap berada di deretan atas klub kaya dunia, namun ternyata “bom waktu” itu pun terus menggerogoti. Semenjak akhir tahun 2009 hingga sekarang media pun banyak yang memberitakan bahwa United mengalami peningkatan Hutang, dan Fans pun kembali ber-reaksi. Para Fans melakukan aksi penolakan terhadap Glazer yang di koordinir oleh MUST dan IMUSA, mereka menggalang pergerakan dengan berbagai macam semboyan penolakan Glazer seperti LUHG diatas. Pergerakan ini pun mengusung simbol warna “Green and Gold”.

Green and Gold, Simbol warna perlawanan terhadap Glazer

“Green and Gold” (Hijau dan Emas), warna yang akhir-akhir ini selalu menghiasi laga-laga Manchester United, baik di kandang maupun saat bertandang. Kedua warna tersebut dipilih sebagai perlambang perlawanan terhadap Glazer, maknanya adalah untuk mengesampingkan sementara warna merah ciri khas Manchester United hingga Glazer keluar dari Old Trafford. Warna hijau dan emas sebenarnya bukan warna yang asing bagi Manchester United. Diawal berdirinya, Newton Heath L&YR FC (klub yang menjadi cikal bakal Manchester United kini) telah menggunakan warna hijau dan emas (kuning) sebagai warna khas mereka. Jersey para pemain Newton Heath L&YR FC tersebut juga terdiri dari kombinasi kedua warna tersebut. Sehingga warna yang menjadi simbol perlawanan Fans United tersebut sesungguhnya adalah warna “awal” dari Manchester United, back to basic.

Tentu bukan tanpa alasan MUST dan IMUSA menggalang pergerakan semacam ini. Alasannya tentunya adalah Hutang yang semakin membelit Manchester United, hal yang juga membuat marah MUST dan IMUSA adalah setelah melihat laporan keuangan (financial statement) dari Glazer / MU yang terdapat pinjaman sekitar £10 juta dari 6 orang anggota keluarga Glazer yg tidak harus dilunasi dalam jangka waktu 5 tahun, sesuatu yang membuktikan bahwa United semakin dijadikan komoditas pribadi mereka. Ini semakin membuktikan bahwa langkah-langkah Glazer dalam menangani United hanya dari aspek bisnis semata. Maka akhir-akhir ini dalam laga United kita sering mendengar Chants dari para Fans di stadion yang menyanyikan penolakan terhadap Glazer. Tak sedikit pula banner-banner penolakan terhadap Glazer yang menghiasi sudut-sudut Old Trafford, terutama di Stretford End.

Banner penolakan terhadap Glazer

Pergerakan ini pun tidak hanya sampai disitu, Berbagai macam gagasan pun bermunculan, dari pemboikotan pembelian tiket maupun merchandise (guna memutus aliran uang menuju Glazer) hingga melakukan pendekatan kepada Eric Cantona dan juga Sir Alex Ferguson. Langkah konkrit juga ditunjukkan dengan menggalang dana untuk mengambil alih kembali United dari Glazer, melalui suatu konsorsium yang berisi para pengusaha yang notabenenya merupakan Fans United dan menamakan diri mereka Red Knights. Namun hingga kini pun langkah ini belum menunjukan hasil yang berarti karena Glazer sendiri yang nampaknya enggan untuk menjual Manchester United pada saat ini.

Gerakan yang tak kalah ekstrimnya adalah dengan memasang banner penolakan dimana-mana guna menunjukkan hal ini pada dunia. Namun sepertinya setiap kegiatan melawan Glazers selalu di iringi dengan tindakan represif. Dari menurunkan Banner hingga memberikan himbauan dan pernyataan resmi mengenai banner yang dapat masuk Stadion, salah satunya yang terjadi saat perhelatan UCL di San Siro. Himbauan tersebut dirilis di situs resmi United dan telah disetujui oleh pihak AC Milan, dalam pernyataan tersebut juga tertulis “Flags not in club colours may not be allowed into the San Siro.”

Langkah-langkah Glazer tidak hanya sampai disitu (himbauan diatas), beberapa kali para Steward pun berusaha menurunkan Banner yang berisi penolakan terhadap Glazer yang dibentangkan di Stretford End. Selain itu mereka juga melakukan langkah-langkah Finansial seperti menerbitkan obligasi guna menutup hutang tersebut, namun ini pasti hanya solusi sementara dari “bom waktu” tersebut. Glazer juga melakukan komersialisasi dari langkah penolakan terhadap dirinya, dengan berencana menjual secara resmi di Megastore atribut yang berwarna “Green and Gold” yang tentunya semakin memicu amarah dari para fans.

Perjuangan para Fans tidak akan berhenti hingga Glazer benar-benar keluar dari Manchester United. Sebuah perjalanan panjang yang harus ditempuh guna mendapatkan yang terbaik bagi klub yang dicintai. Green and Gold till they Die or Fold.

Source : blog.indomanutd.org

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s