Article by Joko (SLOID)…. transferred from RDI
Apakah anda percaya “karma”? Mungkin sebagian akan menjawab percaya dan sebagian menjawab tidak, well, yg jelas hal ini terjadi di kompetisi antar klub paling elit sedunia, Champions League…
Internazionale 3 – 1 Barcelona

Sang juara bertahan bertekuk lutut dihadapan Inter, banyak hal dituding jadi alasan kekalahan Barca, mulai dari perjalanan panjang 14 jam dengan bus, lapangan yg terlalu kering sehingga “passing game” Barcelona nggak berjalan mulus, absennya Iniesta, dan yg paling dituding… Wasit Olegário Benquerença ygberasal dari Portugal, Negara asal pelatih Inter Jose Mourinho.
Kubu Barca, terutama fans banyak menuding wasit sebagai biang kekalahan Barcelona atas Inter. Gol ketiga Milito sepertinya dicetak dalam posisi offside, Pique seharusnya mendapatkan penalti, klaim penalti Alves, terlalu gampang memberikan kartu, dll….
Now, mari kita flashback ke setahun yg lalu, kali ini kita kembali ke Stamford Bridge, kandang Chelsea. Chelsea vs Barcelona, semifinal leg kedua, setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol di Nou Camp.
Barcelona akhirnya lolos ke final setelah berhasil menahan imbang Chelsea 1-1, dan lolos dengan aturan away goal. Gol dicetak Iniesta di menit 93, padahal saat itu Barcelona bermain dengan 10 orang akibat Eric Abidal dikartu merah karena mengganjal Anelka.
Performa wasit Tom Ovrebo di pertandingan ini sangat buruk, Chelsea sangat dirugikan karena kepemimpinan buruk ini, tercatat ada 4 keputusan wasit yg buruk, Drogba dijatuhkan Abidal di kotak penalty, Malouda dijatuhkan Alves (menurut wasit kejadiannya diluar kotak penalti), Pique dan Eto’o handball, namun tidak satu penaltipun diberikan oleh wasit.
Jika salah satu dari kejadian tersebut diberikan penalti, kemungkinan besar Barcelona akan kesulitan mengejar ketinggalan, mengingat Barcelona bermain dengan 10 orang sejak menit ke 65, saat Eric Abidal dikartu merah karena mengganjal Anelka.
Kita kembali ke masa sekarang…
Seribu alasan boleh digelar, tapi kita perlu memberikan kredit kepada pemain-pemain Internazionale yg bermain bagus dan berjuang mati-matian dan Mourinho atas taktiknya yg brilliant.
The best team won, as simple as that…
Barcelona mungkin dirugikan oleh keputusan-keputusan wasit yg buruk, namun setelah kejadian di Stamford Bridge setahun sebelumnya, mereka tidak dalam posisi yg pantas untuk menyalahkan wasit.
Barcelona dan fansnya harus melihat sisi positifnya, paling tidak mereka masih bisa membalikkan keadaan, karena Inter masih harus bermain di kandang Barcelona dan seperti yg sudah ditunjukkan saat mengalahkan Arsenal 4-1 di Nou Camp, Barcelona (jika bisa bermain pada puncak permainannya) bisa membuat tim besar lainnya kelihatan seperti tim amatir.
Source : blog.indomanutd.org


