Ketika “CINTA” datang untuk NANI

Posted: Juli 12, 2010 in Sport


Nani – Shower Me With Your Love…..

Cinta… mungkin itulah yang sedang dirasakan oleh Nani dari fans sekarang ini.. Cinta yang hangat, penuh dukungan dan pemujaan… Cinta yang sudah begitu dirindukan olehnya sejak ia bergabung dari Sporting Lisbon pada Juni 2007. Ya.. Nani akhirnya merasakan “cinta” atau tepatnya dukungan fans United setelah ia mulai menunjukkan performa apiknya secara konsisten sejak awal tahun 2010 ini.

Nani (23 thn), kependekan dari Luis Carlos Almeida da Cunha, pemain Portugal kelahiran Cape Verde pada 17 November 1986, pindah ke Manchester United dari Sporting Lisbon dengan nilai transfer sekitar 14 – 17 juta pounds pada musim panas 2007 sebagai pengganti masa depan untuk Ryan Giggs. Fans United berharap banyak dari Nani karena mempunyai cara bermain yang sangat mirip dengan Cristiano Ronaldo, pemain dengan kecepatan tinggi dilengkapi dengan teknik dribble yang mumpuni. Selain itu Nani juga mempunyai kelebihan dalam mencetak gol2 spektakuler dari luar kotak penalti. Gol resmi pertamanya merupakan gol spektakuler dari jarak jauh yang dicetaknya di pertandingan melawan Tottenham Hotspurs di menit ke 69 pada 26 Agustus 2007 sekaligus menjadi gol penentu kemenangan United. Penampilan memukaunya melawan Arsenal di FA Cup dimana ia meraih Man of The Match (MoTM) dengan mencetak 1 gol dan 2 assist serta gol penaltinya di Moscow yang membantu United menjadi juara Champion League akan sulit dilupakan oleh para fans United.


Perayaan gol khas Nani yg sudah jarang dilakukan akhir2 ini

Gol resmi pertama Nani utk United

Lalu apa yang membuat Nani kehilangan “cinta” fans United? Kenapa di balik segala janji2 awal, Nani tidak mampu mendapatkan dukungan selayaknya yang didapatkan Ronaldo di musim2 awalnya? Berbagai alasan dikemukan oleh berbagai kalangan fans United seperti keegoisan dan kurang baik dalam pengambilan keputusan.

Tuduhan permainan Nani yang egois mungkin mengacu pada kecenderungan Nani untuk melakukan trik dribbling secara berlebihan sehingga acapkali tim kehilangan momentum saat sedang menyerang. Selain itu kebiasaan Nani untuk melakukan tembakan jarak jauh juga dituduh menghilangkan peluang tim membangun serangan ke dalam kotak penalti lawan. Fans United seringkali gemas melihat serangan tim yang sudah susah payah dibangun menjadi kandas akibat keegoisan Nani ini. Selain egois, salah satu kekurangan Nani yang sering disorot adalah pengambilan keputusannya terutama dalam hal pengoperan bola. Bola seringkali diserobot lawan akibat salah operan dari Nani. Ini juga berkaitan dengan bola yang ditahan terlalu lama sebelum dikirim ke area kotak penalti lawan sehingga lawan keburu mengkonsolidasi pertahanan.

Namun, menurut saya, yang sebenarnya paling membuat frustasi fans United tentang Nani adalah mereka semua menyadari betapa besarnya talenta yang dimilikinya, talenta yang dapat membuatnya menjadi salah satu pemain terbaik di dunia menyaingi Ronaldo, talenta yang akan membuat iri pemain2 sayap lainnya namun sayangnya tidak mampu dimaksimalkan Nani tersebut bahkan setelah bermain lebih dari 2 musim untuk United. Fans United sebenarnya berharap banyak dari Nani pasca kepergian Ronaldo ke Real Madrid, Nani diharapkan akan menjadi jawaban tim untuk pemain sayap atraktif, imajinatif dan bernaluri serang tinggi. Harapan ini terlihat sepertinya hanya akan tinggal harapan karena Nani, walaupun terlihat lebih baik, tetapi kurang mampu tampil efektif seperti Giggs ataupun Valencia yang baru didatangkan dari Wigan.

Anehnya walaupun Nani seringkali tampil kurang efektif, tetapi Fergie masih sering memberinya kesempatan untuk bermain sebagai starter di tim inti. Sepertinya Fergie tetap percaya bahwa pada akhirnya Nani akan menjadi pemain yang baik. Namun tidak demikian dengan fans United, banyak fans yang sudah siap kalau Nani dijual pada bulan Januari untuk memberi tempat pada pemain2 lain apalagi setelah munculnya kritik Nani pada manajemen Fergie di salah satu koran Portugal yang menyoroti sifat Fergie dan keluhannya tentang kurangnya kesempatan untuk bermain reguler walaupun sudah tampil baik. Atas dasar ini, fans United sudah semakin yakin kalau masa depan Nani bukanlah di Old Trafford.

In an interview with Portuguese newspaper ‘I’, Nani said: “Ferguson is a very complicated man.

“He’s tough. If things are all right, then they are all right. But when he thinks something is wrong, everything is screwed.

“He can go from complimenting you to just plain trashing you in a matter of minutes. Has it happened to me? Hell, yes! He’ll say ‘Nani, how could you miss this or this’?”

At least the winger, who has flattered to deceive in his United career so far, accepted that Red Devils legends such as Ryan Giggs and Gary Neville also get it square in the neck from a fair Fergie.

He added: “He shouts at players in front of everyone. No one escapes, everybody is the same. Giggs and Neville suffer most, because they have more experience. It is ‘F**k’ here and ‘F**k’ there.”

Nani admitted: “People expect more from me and it’s not easy. But they are also not doing what they said they were going to.

“I know it would be better if I scored more goals.

“I can have a spectacular game but nobody guarantees me I will be starting the next match. It shatters your confidence.

“I did not play the important matches, against Liverpool, Manchester City or Tottenham. Not playing these games, I am a bit sad. But for now I am not considering leaving.”

Namun tahun 2010 menandakan perubahan yang besar bagi seorang Nani. Bukan merubah klub, melainkan perubahan dirinya sebagai seorang pemain United. Setelah sembuh dari cedera, Nani bermain gemilang di sayap kanan ketika United mengalahkan Hull City 4-0. Mendadak Nani menjelma menjadi seorang pemain yang pintar membaca situasi dan menggunakan tekniknya untuk menghancurkan pertahanan lawan baik melalui operan maupun dribble. Kali ini Nani mampu mengikuti ritme permainan dengan baik…. tidak, mungkin dia mempercepat ritme permainan United seperti layaknya yang dilakukan Ronaldo. Hasilnya 2 assist untuk gol Rooney diciptakan oleh Nani pada pertandingan tersebut, dan Ferguson pun melayangkan pujian untuknya.

Wayne Rooney provided the magic – and all four goals – that was the clear difference between the two teams. But Rooney wasn’t the only impressive performer according to Sir Alex.

“I thought Nani was excellent today,” he said. “In the second half he hit some fantastic crosses into the box. On another day he might have made four or five goals. So we were very pleased with that”

Aksi2 Nani dalam pertandingan lawan Hull City

Setelah pertandingan Hull City tersebut, fans United pun mulai bertanya, apakah ini Nani yang sebenarnya? apakah ini akan menjadi momen kebangkitan seorang Nani? Mereka tidak perlu menunggu lama untuk jawabannya. Nani menjawabnya dengan berbagai performa meyakinkan di berbagai ajang baik Premier League, Carling Cup maupun Champion Leagues. Nani berperan besar dalam kemenangan United atas derby Manchester di Carling Cup. Selain itu, peran yang sama juga ditunjukkan dalam Champion Leagues melawan AC Milan dan, terutama, Bayern Munich dimana Nani menjadi pemain terbaik dengan mencetak 2 gol di Old Trafford walaupun sayang akhirnya United harus tersingkir karena kalah dalam perhitungan gol aggregat. Dalam Premier league, peran Nani semakin hari semakin besar. Arsenal tidak punya jawaban utk meredam Nani yang akhirnya memporak-porandakan pertahanan Arsenal. Fulham dan Spurs mengalami kehebatan Nani juga. Kekalahan kita dari Chelsea menurutku juga karena kita telat/tidak memainkan Nani sejak awal.


Hull City menjadi bulan2an Nani

Apa yang membuat Nani mendadak menjadi begitu luar biasa? Saya melihat ini disebabkan akhirnya Nani berhasil mengoptimalkan asset dan talenta yang dimilikinya. Nani tidak lagi terlalu ngotot melakukan trik dribble saat dihadang pemain bertahan lawan melainkan mengvariasikannya dengan melepas operan2 awal tak terduga ke kotak penalti lawan. Dengan demikian Nani membuat dirinya sangat tak terduga dan sulit dikawal oleh pemain bertahan lawan, karena selain cerdik dalam melepas operan juga pintar melakukan penetrasi, seperti yang dilakukannya saat melawan Arsenal yang berujung pada gol bunuh diri Almunia. Kecepatan yang dimilikinya juga tidak perlu ditanya, Nani mungkin salah satu pemain tercepat yang dimiliki United saat ini setelah kepergian Ronaldo. Ritme permainan United biasanya menjadi lebih cepat dengan adanya Nani bermain di sayap. Sekarang ini, walaupun Nani tidak lagi terlalu sering melakukan tembakan spekulasi tetapi tidak berarti ia kehilangan ketajamannya. Dua gol melawan Bayern Munich dan satu gol melawan Spurs adalah bukti ketajaman seorang Nani. Kelebihan lain yang dimiliki Nani dibandingkan pemain2 sayap United lainnya adalah dia mampu bermain di sayap kiri ataupun kanan dengan sama baiknya. Satu2nya pemain United selain Nani yang mampu melakukan hal ini adalah Park Ji-Sung, namun dalam segi kualitas teknis, Park masih jauh di bawah kelas Nani.

THE DEFENCE of their Premier League title remains in the balance, their European ambitions long since dashed.

But as soon as their domestic fate is decided, Manchester United thoughts will turn to next season, to the future.

And one man who is determined to play a pivotal role in that future is Nani.

Six months ago, Nani’s long-term Old Trafford prospects looked bleak.

In his third season at the club, he was frustrated at his place in the United pecking order and the doubters began to question whether the £14million signing from Sporting Lisbon would ever settle properly into English football.

But recently, the 23-year-old signed a new deal at the club and with respected senior professionals such as Gary Neville, Paul Scholes and Ryan Giggs near the end of stellar playing careers, Nani is ready to accept more responsibility. It was a heart-to-heart with United manager Sir Alex Ferguson – as he prepared to return from a mid-season injury lay-off – that crystallized the Portuguese winger’s desire to become a crucial part of United’s plans.

He explains: “Yes. The manager sat down with me after I came back from injury. We spoke about the things I’m not doing well, what I have to do for the team and then we resolved everything.

“That’s why everything is going well now.”

Lalu apa yang bisa kita harapkan dari Nani di masa depan? Nani adalah tipe pemain yang permainannya sangat bergantung kepercayaan dirinya dan kreativitas. Konsistensi permainan masih menjadi problem utama Nani saat ini walaupun akhir2 ini sudah jauh lebih membaik dibandingkan sebelumnya. Satu hal yang pasti, kalau Nani terus berkembang lagi maka musim depan kita akan mempunyai seorang pemain sayap yang siap mengambil tongkat estafet dari Ryan Giggs. Akan sangat menyenangkan melihat bagaimana duet Nani dan Valencia di sayap United musim depan. Keduanya akan menjadi momok menakutkan bagi pertahanan manapun juga apalagi kalau Valencia mampu fleksibel seperti Nani.

Apakah dengan demikian Nani akan menjadi pengobat kerinduan fans United akan sosok Cristiano Ronaldo? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. Hampir suatu hal yang mustahil untuk mencapai apa yang sudah dicapai Ronaldo bersama United, apalagi melewatinya namun tidak ada yang tidak mungkin apalagi bagi seorang Nani yang usianya masih sangat muda dan berada di klub yang tepat untuk mengembangkan talentanya. Dengan demikian musim depan Nani akan semakin menikmati “cinta” dari fans United.

Nani… Ooo… Nani…

Source : blog.indomanutd.org

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s