Bisakah kita berharap kepada Rafa Benitez pada Minggu besok??
Pertanyaan tersebut langsung terngiang di benak saya, dan mungkin juga di benak seluruh fans Man United menjelang minggu ke-37 atau 2 minggu sebelum usainya musim 2009-2010.
Pertanyaan yang paling mendasar adalah “Apakah Steven Gerrard dkk masih memiliki semangat untuk menang di Anfield kala menjamu Chelsea?? “ Kemenangan yang sedikit membuka asa mereka untuk meraih tiket terakhir ke Liga Champions musim depan.
Dan apakah The Kop masih berharap timnya bisa menang yang berarti memberi jalan rival terbesar mereka untuk meraih gelar ke 19?
DILEMATIS, ya karena kebanggaan mereka dipertaruhkan disini. Kebanggaan sebagai sebuah tim yang paling sukses di daratan Inggris akan terlewati sehingga mereka tidak bisa lagi mengklaim sebagai “The King of England” di musim mendatang. Saya hanya berharap, The Kop tetap pada porsinya mendukung Liverpool sebagai sebuah representasi jati diri fans serta tiada henti menyanyikan “You’ll never walk alone” dan “Field of Anfield Road” selama 2×45 menit.
YNWA only on May, 2nd
Sekarang kita coba berandai-andai seandainya posisi Liverpool dibalik dengan Manchester United, apakah kita sebagai fans akan tetap berharap menang dalam kondisi seperti itu? Jika ego pribadi yang berbicara, mungkin mayoritas akan menjawab “TIDAK”. Sebuah jawaban pragmatis yang tidak mengindahkan nilai-nilai sportivitas dalam dunia olahraga.
Saya mencoba berpikir positif serta berharap rival abadi United tersebut tetap bermain secara normal namun profesional dan tetap menjunjung tinggi fair play, meski 2 hari sebelumnya mereka juga melakoni partai hidup mati di ajang Liga Eropa, satu-satunya gelar yang masih mereka perjuangkan untuk bisa menambah trofi di lemari kabinet Anfield yang saat ini telah berjumlah 32 (saat ini trofi di Old Trafford ada 33) yang sudah kosong sejak 2006, tahun terakhir mereka juara FA Cup.
Klasemen Minggu 41 season 94/95
Sebetulnya kejadian ini serupa namun tak sama, kala memasuki minggu ke-42 di musim 1994-1995. Waktu itu Ferguson Red Army butuh bantuan Liverpool untuk bisa menjuarai liga ke tiga kalinya secara berturut-turut.
Dalam minggu terakhir tersebut, Man United diharuskan tandang ke Upton Park (markas West Ham United) sedangkan Liverpool menjamu Blackburn Rovers. Nada pesimis sempat muncul ke permukaan karena Rovers diasuh oleh “King” Kenny Dalglish, mantan pemain dan manajer LFC.
Namun, anak asuh Roy Evans membalikkan anggapan miring tersebut dan tetap “fight” dengan tujuan mengamankan tiket terakhir ke UEFA Cup meskipun sempat tertinggal 1-0 ketika Alan Shearer mencetak gol di menit 37. John Barnes (men 64) dan Jamie Redknapp (men 90) berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1.
Hasil atau skenario yang sebenarnya sesuai dengan harapan seluruh fans Man United kala itu, tetapi malah Steve Bruce dkk tidak bisa meraih 3 angka karena skor akhir hanya 1-1. Pasca gol Brian McClair di menit 52, serangan frontal dari segala penjuru tidak jua membuahkan gol yang dinanti.
So, jika kita mengacu pada partai diatas….bolehlah kita berharap banyak akan ada “hadiah” dari Merseyside minggu nanti. Semoga.
This is Anfield
This is Anfield….ya semoga tuah keangkeran Anfield akan terjaga. Jika kita berbicara statistik pertemuan Liverpool dan Chelsea di Anfield, The Reds menang 49x (64,47%), seri 11x (21,06%) dan kalah 16x (14,47%). Terakhir kali mereka kalah di Liga Premir dari Chelsea terjadi 2 Oktober 2005 (skor 1-4), tetapi jika menghitung Liga Champions fans United patut was-was karena musim lalu mereka kalah 3-1 di babak 1 perempatfinal.
Believe Campa19n….dan untuk sementara waktu mari kita canangkan kampanye “Liverpool for tonite” hanya pada tanggal 2 Mei 2010, setelah itu kita kembali ke asal mendukung Ferguson Red Army kala tandang ke Stadium of Light.
We shall not…we shall not be moved
Just like the team that’s gonna win the Premier League…AGAIN
We shall not be moved
Source : blog.indomanutd.org

